0
Manusia dan Keadilan
Posted by Unknown
on
4/16/2010 10:41:00 PM
in
IBD
Jika kita berbicara tentang keadilan maka apakah anda masih ingat dengan Aristoteles? Jawabannya ya, yaitu kelayakan dalam tindakan manusia. Lalu dengan Plato yang menyatakan keadilan adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dengan akal pikirannya. Jika kita melihat dari pendapat umum yang sering digunakan maka artinya adalah sebuah pengakuan dan perlakuan terhadap seseorang yang seimbang antara sebuah hak dan kewajiban itu sama kedudukannya. Dengan seseorang mendapat hak yang sama dengan sesamanya. Di masyarakat kita sekarang apa benar hak dan kewajiban itu sudah seimbang? Jawabannya tidak, mengapa bisa saya jawab seperti itu, mungkin saya banyak melihat ketidak adilan yang sudah merajalela dimana-mana contoh, seorang nenek yang sudah tua renta dipaksa masuk keruang sidang dan divonis bersalah hanya karena ia mengambil coklat yang sudah jatuh ditanah dan kondisinya tidak bagus lagi dan ironisnya nenek tersebut dituduh mencuri coklat oleh pengelola perkebunan yang merasa dirugikan oleh hal tersebut. Jika kita melihat sejumlah rangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia maka mungkin kita bisa merasakan betapa tidak adilnya hidup ini. Dan kewajiban aparat hukum yang mestinya memihak yang lemah justru memihak yang mempunyai banyak uang atau bisa disebut mafia hukum. Ironis sekali memang apabila melihatnya. Memang keras kehidupan ini, akan tetapi jangan salahkan bila rakyat akan memberontak dan membuat kekacauan.
Kejujuran
Adalah sebuah makna yang berarti kita harus mengungkapkan kebenaran sebuah peristiwa hidup yang kita semua alami dengan sebenar-benarnya dan mengungkapkannya dari hati yang paling dalam dan tanpa adanya tekanan dari manapun. Dengan kejujuran maka hidup seseorang menjadi lebih nyaman karena setiap perkataannya pasti akan di percaya dan malah sebaliknya jika tidak menjaga kejujuran kita malah akan tidak akan dipercaya oleh siapapun. Orang yang awam tapi kalau dirinya jujur lebih baik daripada orang yang pintar tapi tidak menggunakan kejujurannya. Sebenarnya kejujuran datang bila kita mempunyai kesadaran moral yang tinggi. Kesadaran moral adalah kesadaran dari sikap kita sendiri, dengan pertimbangan dari hati kita harus memilih jujur atau tidak. Sebaiknya dari dinilah kita menanamkan sifat jujur dan lebih baik mengatakan sejujur-jujurnya dari pada harus menipu dan menanggung dosa dari ketidak jujuran kita.
Pemulihan Nama Baik
Pemulihan nama baik ini sangat identik kaitannya dengan masalah perbuatan yang sudah kita lakukan. Jika kita melakukan hal yang positif maka kita dapat menjaga nama kita agar tidak tercela sedangkan bila kita melakukan hal-hal yang negative maka nama kita akan tercemar dan dianggap tidak mempunyai hak untuk ikut andil dalam kehidupan masyarakat. Dengan contoh bila kita melakukan perbuatan yang melanggar hukum maka kita akan dipenjara dan nama baik kita malah menjadi nama tidak baik. Pada prinsipnya pemulihan nama baik itu merupakan kesadaran dari diri sendiri mengenai masalah yang telah diperbuatannya di masa lalu dan merasa perbuatannya itu salah. Dan untuk memulihkannya dengan cara bertaubat dan memohon ampun atas segala kesalahannya. Bukan hanya dari kata-kata saja harus dari kelakuan kita dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.
Pembalasan
Pembalasan adalah bentuk upaya untuk membalas perbuatan orang lain. Balasan tersebut bisa berupa tindakan yang serupa atau bisa membalas dengan perbuatan yang lainnya. Mempunyai sifat seperti itu juga tidak baik karena hanya Allah lah yang patut membalas perbuatan seseorang. Sebaiknya sifat pembalasan terhadap sesama tidak ada dihati kita jadi kita bisa menjadi sosok yang santun.
Posting Komentar